Senin, 05 Desember 2011

Veena Malik Bugil, Pakistan Terungkap Tanya?

Seorang aktris Pakistan yang berpose di telanjang untuk sebuah majalah India dengan inisial badan intelijen Pakistan (ISI) di lengannya telah memicu kemarahan di seluruh bangsa konservatif ini. Aktris itu bernama Veena Malik. Foto Veena Malik di website FHM India, sebelum dipublikasi di majalah itu, telah menerangi situs jaringan sosial sejak awal pekan ini. Reaksi kaum nasionalis dan Islamis tentu akan melawan apa pun yang mereka anggap sebagai penghinaan terhadap Islam atau kehormatan nasional. India dan Pakistan telah berperang tiga kali, dan Inter-Services Intelligence lembaga atau ISI telah dituduh mensponsori serangan teroris di dalam India. Ketgangan antar kedua negara pun kini dipicu oleh Foto Telanjang. Veena Malik telah melanggar tabu agama dan nasional Pakista. Dia bisa menjadi target kemarahan kaum konservatif tetapi sekaligus menjadi pahlawan beberapa kaum liberal Pakistan. Seorang Ulana Konservatif, Maulana Abdul Qawi mengatakan pada Aaj TV bahwa hal tersebut sebagai “memalukan bagi semua Muslim.” Dalam sebuah wawancara dengan televisi Pakistan Geo television broadcastyang disiarkan Sabtu (03/12), Malik mengatakan foto telanjang yang diterbitkan majalah FHM India melanggar perjanjian dan dia sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap majalah itu. Malik mengakui telah difoto untuk “bold but not nude shot.” yaitu foto yang dibuat seolah-olah telanjang namun sebenarnya tidak benar-benar telanjang. Dia mengatakan bahwa editor majalah tersebut telah berjanji bahwa ia akan menutupi foto yang tertulis inisial ISI. Foto itu dimaksudkan India untuk mengolok-olok mata-mata Pakistan, “Orang-orang di India, mengatakan ada tulisan ISI dalam foto itu.” tambahnya. Editor majalah Kabeer Sharma kata Malik telah memberikan persetujuan penuh untuk diambil gambarnya. ”Kami memiliki semua rekamannya,” katanya kepada stasiun televisi Pakistan. “Veena sangat bersemangat tentang ide ISI. dia telah menciptakan nama buruk bagi seluruh bangsa Pakistan. Pihak Pakistan ditanya oleh wartawan AP, apakah Pakistan akan “mengejar masalah itu” secara hukum, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rehman Malik mengatakan, “Pertama, mari kita lihat apakah itu nyata atau palsu."


2 komentar: